SELONG - Dengan cuaca yang tidak menentu bayak bermunculan segala macam penyakit, sehingga Pemerintah Pusat terus melakukan segala hal untuk supaya masyarakat, tetap selalu sehat.
Dengan begitu, Dinas Kesehatan Lombok Timur menghimbau masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Geratis (CKG) yang di mulai sejak tanggal 10 Februari 2025 yang lalu, yang di lakukan di Puskesmas maupun di Klini.
"Program Cek Kesehatan Gratis ini telah dilaksanakan sejak 10 Februari 2025, untuk masyarakat seluruh Indonesia sebagai bagaian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), atau Quick Win, Presiden Prabowo Subianto,"Ucap Kepala Bidang Yankes Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi Kamis, (20/2/2025)
Program ini, katanya terbuka untuk semua masyarakat baik itu bayi baru lahir, balita, dewasa maupun lansia.
Program pemeriksaan kesehatan gratis ini di launching pada 10 februari 2025 di tingkat Pusat dan mulai di laksanakan di seluruh Indonesia.
"Di Lombok Timur termasuk sudah mulai melaksanakan program ini,"jelasnya
Pelaksanakan CKG ini, katanya ada tiga kategori pemerikmsaan kesehatan berlaku bagi bayi baru lahir sampai usia enam tahun. Kemduain usia dewasa 18 tahun sampai dengan lansia.
"Itu akan diperiksan pada hari ulang tahunnya. Dia punya hak pemeriksaan H+30 untuk pemeriksaan,"pungkasnya
Kategori kedua, usia sekolah. Di periksa setiap tahun ajaran baru. Setiap anak masuk Sekolah Dasar, Sekolah Menegah Pertama dan Sekolah Menegah Atas itu akan di periksa kesehatannya diluar kategori Ultahnya.
Sementara yang ketiga, pemeriksaan khusus untuk ibu hamil. "Ibu hamil ini diperiksa pada saa dia cek kehamilannya. Tidak tergantung waktu,"tambahnya
Namun, untuk yang hari Ulang tahun, itu katanya memang harus diinformasikan terus menerus. Untuk kesehatan gratis memang harus terdaftar satu sehat mobile dulu.
"Mereka harus masuk kesitu, nanti akan diingatkan oleh aplikasi, ini mulai dari 30 hari sebelum ultah. Setelah itu 7 hari sebelum diingatkan kemudian h-1 diingatkan untuk mendatangi fasilitas kesehatan di mana dia terdaftar, kalau dia masuk BPJS, kalau tidak masuk BPJS tetap dilayani dimana berdomisili,"terangnya
Jika tidak bisa masuk aplikasi imbuhnya, disediakan oleh kementrian lewat whatsap. Apabila tidak punya whatsap, bisa langsung datang ke FKTP, dan akan di daftrakan oleh petugas di sana.
"Sesungguhnya Ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat agar datang ke faskes,"tutupnya (an)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar